Pada Jumat–Sabtu, 30–31 Januari 2026, siswa Kristen Katolik SMP Negeri 4 Kota Surakarta mengikuti kegiatan retreat rohani yang dilaksanakan di Rumah Revolusi Mental WCS. Kegiatan ini menjadi momen istimewa untuk memperdalam iman, memperkuat karakter, serta menumbuhkan motivasi hidup sebagai pelajar yang berintegritas dan berlandaskan nilai Kristiani.
Hari Pertama: Membangun Fondasi Iman dan Karakter
Kegiatan diawali dengan persiapan dan perjalanan menuju lokasi retreat. Setibanya di tempat, acara dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan sesi pembinaan iman. Materi yang diberikan berfokus pada penguatan iman di tengah tantangan zaman, khususnya bagi remaja SMP yang sedang berada dalam masa pencarian jati diri.
Pada sesi Character Building bertema Fire Generation, siswa diajak untuk menjadi generasi yang berani bersinar, membawa semangat kebaikan, serta menjadi terang di lingkungan sekolah maupun keluarga. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial ditekankan sebagai bagian dari karakter Kristiani yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Malam harinya, suasana semakin khidmat dalam sesi perenungan. Melalui refleksi pribadi dan doa, siswa diajak melihat kembali perjalanan iman mereka: sejauh mana mereka sudah hidup sesuai kehendak Tuhan dan apa yang perlu diperbaiki. Kegiatan api unggun menjadi simbol semangat baru—membakar rasa malas, ego, dan sikap negatif, serta menyalakan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hari Kedua: Meneladani Tokoh-Tokoh Alkitab
Hari kedua diawali dengan doa pagi bersama, senam, dan kebersamaan yang membangun semangat. Kegiatan inti diisi dengan analisis tokoh-tokoh Alkitab secara berkelompok. Setiap kelompok mendalami kisah tokoh tertentu, seperti:
- Daud – teladan keberanian dan iman yang teguh.
- Ester – keberanian membela kebenaran.
- Petrus – belajar dari kelemahan dan pertobatan.
- Paulus – semangat pelayanan dan perubahan hidup.
Melalui diskusi dan presentasi kelompok, siswa tidak hanya memahami kisah Alkitab secara teori, tetapi juga diajak menganalisis nilai karakter yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari: berani berkata benar, setia dalam tanggung jawab, tidak mudah menyerah, serta mau berubah menjadi lebih baik.
Kegiatan outbound yang dilakukan juga melatih kerja sama, komunikasi, dan saling percaya antar siswa. Kebersamaan ini mempererat persaudaraan serta menumbuhkan rasa saling mendukung sebagai satu komunitas iman.
Penutup: Iman yang Dikuatkan, Karakter yang Dibentuk
Retreat ditutup dengan ibadah penutup dan komitmen bersama untuk membawa semangat retreat ke lingkungan sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar acara dua hari satu malam, melainkan langkah awal pembentukan karakter yang berkelanjutan.
Melalui retreat ini, siswa Kristen Katolik SMP Negeri 4 Kota Surakarta diharapkan semakin:
- Teguh dalam iman
- Kuat dalam karakter
- Berani menjadi teladan
- Dan siap menjadi generasi yang membawa damai
Semoga pengalaman rohani ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka sebagai pelajar dan pribadi yang beriman.
