Ciptakan Sekolah Aman, TIM HIBAH PEMBELAJARAN BERDAMPAK 2026 PPKN Adakan Sosialisasi Cyberbullying dan Kekerasan Seksual

Hallo Sobat Patska
Jumat, 22 Mei 2026, SMP Negeri 4 Surakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Cyberbullying dan Kekerasan Seksual” yang dilaksanakan oleh TIM HIBAH PEMBELAJARAN BERDAMPAK 2026 mata pelajaran PPKN. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Kota Surakarta ini diikuti dengan antusias oleh para siswa. Acara dipandu oleh MC Annisa Intan Shellagiri dan dibuka melalui sambutan dari Ketua Hibah, Azizah Rihaadatul ’Aisy, serta Kepala SMP Negeri 4 Kota Surakarta, Ibu Diah Pitaloka Handriani, S.Pd., M.Pd., yang memberikan motivasi kepada siswa agar lebih peduli terhadap pentingnya menjaga diri dan menghargai sesama.

Dalam sosialisasi ini, siswa mendapatkan materi edukatif mengenai bahaya perundungan di dunia digital atau cyberbullying yang disampaikan oleh Muhammad Bobby Syahrani. Materi membahas berbagai bentuk cyberbullying, dampak yang ditimbulkan, hingga cara mencegah dan melawannya secara bijak. Selain itu, siswa juga memperoleh pemahaman tentang kekerasan seksual melalui materi yang disampaikan oleh Reza Hakim Muhammad dengan tema “Kekerasan Seksual: Berani Speak Up dan Melindungi Diri.”

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami berbagai persoalan yang sering terjadi di lingkungan remaja maupun media sosial. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif karena siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta bertanya langsung kepada narasumber terkait langkah perlindungan diri, etika bermedia sosial, dan prosedur pelaporan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya saling menghormati, lebih bijak dalam menggunakan media sosial, serta memiliki keberanian untuk speak up terhadap segala bentuk kekerasan. Sosialisasi ini juga menjadi langkah positif dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan, baik di dunia nyata maupun dunia digital.